Integritas Kepemimpinan Musa dalam Intersesi di Gereja Pantekosta Jakarta Shalom (Keluaran 32: 11-13)
Kata Kunci:
Kepemimpinan, Integritas, Implementasi, intersesi, Patung lembu emasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integritas kepemimpinan Musa melalui tindakan intersesinya dalam peristiwa patung lembu emas dalam teks Keluaran 32 : 11-13, serta impelemntasinya bagi pemimpin masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.Temuan penelitian menunjukkan bahwa integritas Musa terwujud dalam tiga asoek utama: Pertama, Adaptabilitas dalam Krisis, di mana Musa menunjukkan fleksibilitas antara ketegasan hukum dan belas kasihan. Kedua, Delegasi yang strategis, Musa mempraktikkan kepemimpinan transformasional dengan menerima saran Yitro. Ketiga, Transparansi dan konsistensi, yaitu Integritas Musa terlihat dari bagaimana ia tidak kebal hukum. Dalam konteks gereja GPJ Shalom, integritas kepemimpinan bukan sekadar kecakapan manajerial, melainkan keberanian spiritual untuk berdiri di celah melalui doa syafaat (intersesi). Implementasi dari penelitian ini menekankan bahwa Pemimpin di era sekarang perlu menjadikan Allah sebagai prioritas utama, rutin berdoa, fokus pada pelayanan, dan memimpin dengan kepatuhan untuk menjauhkan diri dari godaan duniawi.