Budaya Kepemimpinan Debora dan Relevansinya bagi Kepemimpinan Masa Kini

Penulis

  • Hangela Manalu Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Kartika Zefanya Dolok Saribu Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Yuliarman Saragih Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstrak

Kajian tentang tokoh-tokoh pemimpin alkitabiah umumnya lebih banyak berfokus pada tokoh laki-laki seperti Musa, Daud, dan Paulus, sehingga kepemimpinan perempuan dalam Alkitab masih kurang mendapat perhatian mendalam. Penelitian ini bertujuan mengkaji budaya kepemimpinan Debora sebagaimana tercatat dalam Kitab Hakim-Hakim pasal 4 dan 5, serta relevansinya bagi kepemimpinan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutika biblikal dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teks naratif dan puitis, kajian kontekstual historis, serta dialog teologis dengan teori kepemimpinan kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya membangun model kepemimpinan holistik berbasis tokoh perempuan alkitabiah yang secara eksplisit didialogkan dengan teori kepemimpinan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Debora ditandai oleh lima karakter utama: (1) Spiritualitas yang dalam dan ketaatan kepada Allah; (2) Keberanian dan ketegasan dalam pengambilan keputusan; (3) Kemampuan kolaborasi dan pemberdayaan orang lain; (4) Kepemimpinan yang melayani dan berorientasi pada masyarakat; serta (5) Integritas moral yang konsisten. Nilai-nilai ini memiliki relevansi signifikan bagi kepemimpinan dalam gereja, organisasi, maupun ranah sosial-politik masa kini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model kepemimpinan Debora melampaui batas gender dan budaya, menawarkan paradigma kepemimpinan transformatif yang berlandaskan nilai spiritual dan moral yang kokoh.

Diterbitkan

2026-07-02

Terbitan

Bagian

Articles