Kepemimpinan Gereja Kontekstual di Wilayah Kepulauan Perbatasan: Pengembangan Model CASL di Sangir Talaud

Penulis

  • Daud Malensang Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Asep Afaradi Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Kata Kunci:

Kepemimpinan Gereja, Contextual Adaptive Servant Leadership (CASL), Wilayah Kepulauan Perbatasan, Kepemimpinan Adaptif, Kontekstualisasi Kepemimpinan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji kepemimpinan gereja di wilayah kepulauan perbatasan, khususnya di Sangir Talaud, yang memiliki karakteristik geografis terfragmentasi, keterbatasan infrastruktur, dan budaya komunal yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model Contextual Adaptive Servant Leadership (CASL) yang sesuai dengan konteks lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan gereja di Sangir Talaud menghadapi tantangan adaptif yang bersifat multidimensional, meliputi aspek global, struktural, dan sosio-kultural. Model CASL terbukti relevan, namun memerlukan pengembangan kontekstual. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan gereja berbasis kepulauan yang mencakup empat dimensi utama, yaitu spiritual-communal servanthood, context sensitive adaptive discernment, embedded community engagement, dan resilient island community building. Model ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kepemimpinan gereja yang adaptif, kontekstual, dan resilien.

Diterbitkan

2026-05-20

Terbitan

Bagian

Articles