Manajemen Konflik dalam Kepemimpinan Pelayanan Rasul Paulus di Jemaat Kreta: Analisis Teologis dan Implikasi Praktis bagi Kepemimpinan Gereja
Kata Kunci:
manajemen konflik, kepemimpinan gereja, Rasul Paulus, jemaat Kreta, Surat TitusAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas konflik dalam jemaat Kreta yang dipengaruhi oleh tekanan budaya, penyimpangan doktrin, dan lemahnya struktur kepemimpinan, sebagaimana tercermin dalam Surat Titus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merumuskan model manajemen konflik dalam kepemimpinan pelayanan Rasul Paulus yang relevan bagi konteks gereja masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis hermeneutik teologis terhadap teks Alkitab serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menerapkan pendekatan manajemen konflik yang bersifat integratif melalui lima strategi utama, yaitu peneguhan struktur kepemimpinan (preventif), penegasan doktrin (kognitif), konfrontasi tegas (asertif), pendekatan pastoral (transformasional), dan disiplin organisasi (kontrol). Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model konseptual manajemen konflik berbasis kepemimpinan rasuli yang mengintegrasikan perspektif teologis dengan teori manajemen modern dalam satu kerangka holistik. Model ini tidak hanya berfungsi untuk menyelesaikan konflik, tetapi juga membangun ketahanan konflik dalam organisasi gereja. Kesimpulannya, manajemen konflik yang efektif dalam kepemimpinan gerejawi memerlukan keseimbangan antara ketegasan normatif, kejelasan doktrin, pembinaan pastoral, dan sistem disiplin yang konsisten guna mencapai stabilitas, kemurnian ajaran, serta transformasi jemaat secara berkelanjutan