Tinjauan Arsitektur Komputer Kuantum dan Potensinya dalam Transformasi Komputasi Modern

Penulis

  • Ira Sri Kusuma Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pranata Indonesia
  • Iswandi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pranata Indonesia
  • Arrisky Ardian Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pranata Indonesia

Kata Kunci:

arsitektur komputer kuantum, Qubit, NISQ, koreksi kesalahan kuantum, komputasi hibrida

Abstrak

Komputer kuantum merupakan paradigma komputasi yang memanfaatkan prinsip superposisi, interferensi, dan keterikatan kuantum untuk memproses informasi dalam bentuk qubit. Kajian terdahulu umumnya membahas satu lapisan arsitektur secara terpisah—misalnya hanya platform qubit atau hanya koreksi kesalahan—sehingga keterkaitan antarlapisan dan posisinya terhadap kesiapan integrasi hibrida belum banyak dianalisis secara terpadu (research gap). Kajian ini bertujuan meninjau arsitektur komputer kuantum dari lapisan fisik hingga lapisan perangkat lunak secara berjenjang dan saling terkait, sehingga menghasilkan kerangka integratif lapisan arsitektur–NISQ–hibrida yang membedakan kajian ini dari review lain di bidang quantum computing (novelty), serta menganalisis potensinya dalam transformasi komputasi modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur naratif (bukan sistematis), dengan tahapan identifikasi topik, seleksi referensi, klasifikasi arsitektur, analisis potensi, dan sintesis kesimpulan, terhadap publikasi ilmiah, dokumentasi industri, dan standar teknologi terbaru dalam kurun lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa arsitektur komputer kuantum tidak hanya bergantung pada jumlah qubit, tetapi juga pada kualitas qubit, fidelitas gerbang, konektivitas, sistem kontrol, mekanisme mitigasi dan koreksi kesalahan, serta integrasi hibrida dengan komputer klasik. Platform seperti superkonduktor, ion terperangkap, atom netral, fotonik, dan spin silikon memiliki keunggulan serta keterbatasan masing-masing. Potensi transformasi terbesar terlihat pada simulasi molekuler, optimasi, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan komputasi ilmiah berskala besar. Namun, pemanfaatan praktis masih menghadapi kendala berupa derau, dekoherensi, kebutuhan koreksi kesalahan, biaya infrastruktur, dan keterbatasan algoritma. Dengan demikian, arah pengembangan paling realistis pada masa kini adalah arsitektur hibrida CPU/GPU/QPU yang memadukan kekuatan komputasi klasik dan kuantum. Kontribusi utama kajian ini adalah kerangka integratif yang menghubungkan kelima lapisan arsitektur secara kritis, sehingga melampaui pemaparan deskriptif dan memberikan dasar evaluasi bagi pemilihan arah riset maupun platform kuantum yang sesuai kebutuhan.

Diterbitkan

2026-06-18