Yakub: Suksesi Berkat dan Keteladanan Sikap Seorang Patriark

Penulis

  • Nicholas Silaban Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Johansen Sinambela Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Yuliarman Saragih Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstrak

Yakub adalah salah satu patriark yang paling kompleks dalam Perjanjian Lama: seorang penipu yang dipilih, pelarian yang menjadi bapa bangsa, dan manusia yang bergumul dengan Allah hingga ia diubahkan menjadi Israel. Penelitian ini bertujuan menelaah secara teologis tiga aspek kehidupan Yakub—suksesi berkat, warisan iman, dan keteladanan sikap—dengan kedalaman yang melampaui pendekatan naratif-deskriptif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan teologis-eksegetis terhadap teks Kejadian 25–50, didukung literatur teologi sistematik dan komentari biblika. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep berakah dalam tradisi Ibrani bukan sekadar kesejahteraan material, melainkan transmisi kovenan yang memuat dimensi eskatologis dan kristologis. Pergulatan di Yabok merupakan titik transformasi identitas yang menggambarkan tipologi manusia pilihan yang dibentuk melalui pergumulan iman. Berkat Abrahamik yang diteruskan kepada Yakub menemukan penggenapannya dalam Kristus (Galatia 3:14–16), dan tangga Yakub di Betel ditafsirkan ulang oleh Yesus sebagai tipe diri-Nya (Yohanes 1:51). Penelitian ini berkontribusi memperkaya pemahaman tentang Yakub sebagai prototipe iman yang relevan bagi pembentukan karakter rohani generasi muda Kristen masa kini, sekaligus menegaskan kesinambungan teologis antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Diterbitkan

2026-07-02

Terbitan

Bagian

Articles