Kepemimpinan Adaptif Pelayan dalam Transformasi Pendidikan Teologi di Wilayah Perbatasan: Studi Kasus Sekolah Tinggi Teologi di Kepulauan Sangir

Penulis

  • Daud Malensang Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta
  • Marie Najoan Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Kata Kunci:

Kepemimpinan Adaptif, Servant Leadership, Pendidikan Teologi, Wilayah Perbatasan, Resiliensi Organisasi

Abstrak

Pendidikan teologi di wilayah perbatasan menghadapi tekanan struktural berupa isolasi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses digital yang berdampak pada keberlangsungan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Adaptive Servant Leadership dalam pengelolaan institusi pendidikan teologi di wilayah 3T, dengan fokus pada Sekolah Tinggi Teologi di Kepulauan Sangir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap praktik kepemimpinan institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif ditandai oleh integrasi empati kontekstual, distribusi otoritas, dan ketangkasan operasional dalam merespons keterbatasan lingkungan. Implementasi model ini tidak hanya memungkinkan institusi mempertahankan fungsi akademiknya, tetapi juga memperkuat resiliensi organisasi dalam dimensi struktural, adaptif, dan transformasional. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa sintesis antara servant leadership dan adaptive leadership menghasilkan model kepemimpinan hibrid yang kontekstual dan relevan bagi institusi pendidikan di wilayah perbatasan. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan teologi yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Diterbitkan

2026-05-18

Terbitan

Bagian

Articles